Selasa, 17 Februari 2009

Kurang Biaya,Pemerintah Ajak Swasta Bangun Infrastruktur

Hanya bisa mampu menyediakan sepertiganya, pemerintah berencana naikkan dana stimulus infrastruktur 2009. Swasta pun diharapkan ikut membiayai.
Indonesia membutuhkan dana sebesar Rp 1.429 Triliun untuk pembangunan infrastruktur selama 2010-2014. Namun, pemerintah hanya mampu membiayai sampai Rp 451 Triliun. Angka ini terungkap dalam Seminar Nasional Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Di Era Krisis Keuangan Global, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (10/2/2009).

“Jadi ada gap pembiayaan sebesar Rp 978 triliun atau 69% dari total kebutuhan, ini diharapkan dapat dibiayai melalui mekanisme kerjasama dengan swasta yaitu PPP (Public Private Partnership),” ujar Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy S. Priatna.

Selain dengan swasta, pemerintah berencana menaikkan dana stimulus infrastruktur dari hanya Rp 10,2 Triliun. Sayang, berapa jumlah yang dinaikkan, Bappenas belum dapat memberikan kepastian. Ini harus dibahas dulu dengan Bappenas.

Dedy mengatakan dari total stimulus infrastruktur sebesar Rp 10,2 Triliun, hanya sekitar Rp 7,5 Triliun yang sifatnya riil untuk pembangunan infrastruktur.
Meski berharap peran swasta untuk ikut membiayai, Dedy jujur, swasta pun tidak bisa menutupi seluruh kekurangan. Paling banter hanya Rp 365 Triliun.

Sementara itu, dari data Departemen Keuangan, alokasi dana stimulus fiskal untuk peningkatan infrastruktur padat karya adalah Rp 8,4 Triliun dengan rincian:

A. Belanja Infrastruktur Rp 7,8 triliun

1. Pembangunan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum Rp 3,4 triliun
2. Pembangunan infrastruktur bidang Perhubungan Rp 1,3 triliun
3. Pembangunan Infrastruktur bidang Energi Rp 1 triliun
4. Pembangunan Infrastruktur bidang Perumahan Rakyat Rp 700 miliar
5. Pembangunan Infrastruktur Pasar Rp 300 miliar
6. Pembangunan dan rehabilitasi Infrastruktur pertanian Rp 700 miliar
7. Peningkatan pelatihan ketenagakerjaan Rp 300 miliar
8. Rehabilitasi gudang penyimpanan bahan pokok Rp 100 miliar

B. PNPM Rp 600 miliar

”Yang kemudian dilakukan oleh Rasulullah adalah mengatur distribusi barang, memperbaiki infrastruktur supaya arus barang normal. dengan pasokan yang normal maka segala sesuatu di pasar akan kembali pada titik keseimbangan”

Cara Nabi SAW Atasi Krisis Ekonomi

Satu kali seorang Muslim meminta Rasulullah intervensi harga—menurunkan harga– karena telah terjadi kenaikan harga barang.(inflasi). Rasulullah mengatakan tak mungkin intervensi terhadap harga. Yang kemudian dilakukan oleh Rasulullah adalah mengatur distribusi barang, memperbaiki infrastruktur supaya arus barang normal. dengan pasokan yang normal maka segala sesuatu di pasar akan kembali pada titik keseimbangan.

Infrastruktur memang merupakan hal yang sangat penting dan mendapat perhatian besar dari Rasulullah Muhammad SAW. Pada masa Rasulullah, bangunan infrastruktur seperti sumur, jalan raya, pasar, pos dan lainnya dibangun dan diperbaiki.

Kebijakan itu diteruskan oleh Khalifah Umar RA yang membangun dua kota dagang yakni Basrah sebagai pintu masuk ke Romawi dan Kufah sebagai pintu masuk ke Persia. Umar juga membangun kanal laut sehingga orang yang hendak membawa gandum ke Kairo bisa menyeberang laut dan tak perlu naik unta. Biaya bisa ditekan. Hampir sepertiga anggaran untuk belanja infastruktur. dengan infrastruktur kemungkinan inflasi dapat dikurangi.

Kemudian untuk fuqara dan masakin atau orang miskin diberikan alokasi khusus. Imam Syafii malah sejak dulu telah mengajarkan bahwa yang harus diberikan kepada kaum miskin adalah modal dalam jumlah besar supaya mereka bisa berusaha dan lepas dari kemiskinan. Islam tak melarang orang jadi kaya tapi ketimpangan distribusi harus dicegah.

Satu contoh riil yang dilakukan Rasulullah adalah ketika mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. dengan mepersaudarakan, maka terbuka peluang syirkah atau kerjasama. Kerjasama itu membuka peluang bekerja, produksi dan juga peningkatan modal. Saat perang Rasul membagikan harga pampasan perang sehingga bisa menjadi peningkatan pendapatan dan akan berdampak pada permintaan agregatif. rasulullah juga meminjam peralatan dari kaum non Muslim dan memenuhi janji mengembalikannya serta

Sumber: DetikFinance (10 Fabruari 2009) dan Majalah Sharing Edisi 26 (Februari 2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar