Selasa, 05 Mei 2009

Sistem syariah solusi memperbaiki ekonomi dunia.

Oleh : maswandy
Jakarta - Indonesia sebagai negara yang mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia harus bisa sebagai motor penggerak bangkitnya ekonomi islam secara menyeluruh agar bisa dirasakan bukan hanya umat islam saja namun tapi keseluruhan umat ”sebagai rahmatan lil alamin”.

Sistem syariah menekankan bahwa ekonomi yang dibangun tumbuh dan berkembang agar semaksimal mungkin meningkatkan kesejahterakan umat secara keseluruhan, beda dengan konsep ekonomi pasar/liberal yang berkembang saat ini dimana ekonomi tidak memberikan ruang gerak yang lebih kepada golongan lemah agar bisa berkembang.

Ekonomi liberal menganggap bahwa golongan ekonomi lemah adalah golongan pemalas,beda dengan konsep syariah dimana islam memandang ekonomi harus diusahakan secara bersama-sama agar bisa mencapai kesejahteraan yang sama pula.

Yang lebih memprihatinkan lagi adalah ekonomi dunia sudah dikuasai oleh ekonomi ribawa termasuk Indonesia. Konsep tersebut jelas-jelas sangat dilarang dalam konsep ekonomi islam. Oleh karena itulah sejak 15 tahun yang lalu solusi untuk memperbaiki ekonomi umat sudah dimulai dengan didirikannnya perbankan syariah pertama yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan terus dikembangkan terus.

Sebagai bank pelopor syariah di Indonesia perkembangannya terus mengalami peningkatan hal tsb tercermin dalam rasio-rasio sebagai tolak ukur kesehatan bank tersebut.

Lambat laut namun pasti perkembangan syariah terus mengalami kemajuan yang pesat hal ini tercermin terus berdirinya perbankan dan lembaga-lembaga keungan termasuk asuransi yang berbasiskan syariah.

Masyarakat luas mulai menyadari bahwa keberadaan ekonomi berdasarkan syariah sedikit demi sedikit sudah mendapatkan tempat tersendiri dimana diharapkan bisa menyelesaikan masalah ekonomi baik nasional maupuan secara global.


Masyarakat dunia sudah mulai melakukan kegiatan perbankan mereka dengan menggunakan ekonomi islam. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi kita sebagai negara dengan mayoritas umat muslim terbesar didunia harus bisa menjadi pusat ekonomi Islam dunia.

Ada 5 strategi agar Indonesia bisa menjadi basis ekonomi syariah dunia :
1. Prinsip-prinsip keuangan syariah harus diperbaharui dan dimodernisasi sesuai
dengan kaidah syariah itu sendiri.
2. Perbanyak perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah agar masyarakat mempunyai
akses lebih mudah.
3. Pemerintah harus banyak membuat undang-undang beprinsip syariah baik menyangkut
sektor keuangan maupun sektor ekonomi lain.
4. Dimasukannya materi ekonomi syariah pada mata pelajaran baik di tingkat sekolah
lanjutan maupun di bangku kuliah.
5. Pemerintah dan lembaga keuangan harus banyak memberikan edukasi kepada masyarakat
melalui pameran,seminar dan kegiatan bertemakan syariah.


Apabila strategi tersebut bisa dijalankan tidak mustahil Indonesia akan cepat diakui dunia international bahwa Indonesia bisa dijadikan rujukan atapun basis ekonomi syariah dunia.

Kita sebagai masyarakat harus memulai perubahan tersebut,prinsip syariah harus sudah bisa menghiasi kehidupan sehari-hari,sehingga dari hal kecil yang kita lakukan secara bersama-sama akan lebih cepat untuk mencapai tujuan tersebut,sehingga ekonomi Indonesia yang merata,makmur dan adil berdasarkan prinsip ekonomi Islam akan cepat terwujud.

selengkapnya..

Ketika Kapitalisme Turun Tahta

Musim gugur tahun ini, mungkin akan menjadi musim gugur terburuk dalam sejarah perekonomian Amerika Serikat.Tak ada yang menyangka, bahwa bulan September yang lalu, adalah bulan yang buruk bagi sang Paman, yang mana selama ini terkenal sebagai negeri yang adidaya, makmur, serta bebas miskin.Selama ini, orang mengenal Amerika Serikat, sebagai salah satu superpower dunia(dan mungkin, dapat dibilang sebagai satu-satunya negara superpower yang memiliki hegemoni yang sangat kuat di dunia ini, mulai dari bidang militer hingga bidang kebudayaan).

Pada bulan September 2008 yg lalu bertepatan juga dengan datangnya bulan suci Ramadhan, Amerika Serikat, yang juga dikenal luas memiliki Sistem Ekonomi Pasar/Sistem Ekonomi Liberal, dan juga gudangnya para Kapitalis; dalam waktu sekejap, ekonominya mengalami kejang-kejang.Bagaimana tidak kejang-kejang, bila yang bangkrut dan ambruk, adalah instansi-instansi keuangan raksasa sekelas Lehman Brother, American Insurance Group(AIG), Merril Lynch, hingga salah satu bank terbesar di dunia, yakni Citibank.Dalam waktu sekejap, keadaan pun berubah drastis. Puluhan ribu orang menjadi pengganguran, seperti pada kasus Lehman Brother, yang mengkaryakan 28.600 karyawan.
Peristiwa itu membuat banyak orang kaget, serta para investor yang menanamkan uangnya di instansi-instansi tersebut, kelimpungan serta panas dingin, disebabkan mereka memikirkan keselamatan uang mereka yang ditanam di lembaga tersebut.Contoh instansi keuangan raksasa Amerika Serikat, yang mengalami kebangkrutan serta terpaksa mem-PHK puluhan ribu karyawannya, adalah Lehman Brother.Lehman Brother, yang mengkaryakan kurang lebih 28.600 karyawannya, terlilit hutang US$ 12,8 miliar, sehingga terpaksa gulung tikar dan merumahkan seluruh karyawannya.American Insurance Group, yang menjadi salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia, dan menjadi sponsor resmi Manchester United, terpaksa merelakan 79,9 % sahamnya kepada pemerintah AS, demi bantuan keuangan senilai US$ 85 miliar.Merril Lynch, tiba-tiba merugi US$ 51,8 miliar.
Mengapa hal itu bisa terjadi?Hal ini tidak lepas dari sistem ekonomi AS, yang menganut Sistem Ekonomi Pasar, yang berdasar pada paham Kapitalisme.Kapitalisme Amerika Serikat, berdasar pada tiga pilar utama, yakni fiat money(uang kertas), fractional reserve requirement(sebagian kecil dana deposan), dan Interest(bunga).Penyebab rapuhnya ekonomi AS, karena adanya sistem bunga dalam siklus ekonomi negara tersebutPenyebab utama krisis finansial di AS adalah Bunga.Bunga, yang juga dikenal sebagai Riba, di dalam ajaran Islam, dikenal sebagai sesuatu hal yang HARAM.Kenapa HARAM???hal tersebut disebabkan oleh tiga buah faktor, antara lain :
1. dalam sistem bunga, debitur/peminjam, ketika ia mengembalikan uang yang dipinjam dari Kreditur/pemberi pinjaman, harus menyertakan uang tambahan, yang tidak jelas asal-usulnya, kepada sang Kreditur.Hal ini dianggap sebagai kedzaliman terhadap sang peminjam.
2. sang peminjam, mendapatkan uang tambahan dari uang yang dipinjamkan kepada Debitur(biasa disebut Bunga/Interest), tanpa status yang jelas, mengenai uang tersebut.Hal ini dilarang dalam Ekonomi Syariah, berupa ketidakjelasan dalam melakukan perniagaan
3. perbuatan dzalim, dalam ajaran Islam, adalah salah satu dosa besar!Dalam Sistem Riba, yang di-dzalimi adalah pihak Debitur, yang men-dzalimi adalah pihak Kreditur.
Bila kita lihat kehancuran perusahaan-perusahaan tersebut di Amerika Serikat, maka, tak dapat dipungkiri, hal itu adalah sesuatu kewajaran, dikarenakan Sistem Riba yang mereka jalankan selama ratusan tahun.
Sudah saatnya memang, “Raja” Kapitalisme, turun dari tahtanya, serta menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada “Khalifah” Ekonomi Syariah.Sistem Ekonomi Syariah, jelas lebih bersih, aman, jelas, serta menentramkan.Semua manusia dari segala macam agama dan golongan, boleh memakai Sistem Ekonomi Syariah.Ekonomi Syariah, aman, karena tidak mendzalimi pihak manapun, baik itu pedagang, konsumen, debitur, maupun kreditur.Jelas, karena ada akad/perjanjian antara pedagang dengan konsumen, debitur dengan kreditur, sebelum jual-beli atau pinjam-meminjam diadakan.Bersih, karena uang yang diterima pihak kreditur ataupun pedagang, benar-benar merupakan hak nya.Menentramkan, karena perniagaan dilakukan atas keikhlasan dari semua pihak yang berniaga.
Jadi, mengapa kita masih berharap pada Kapitalisme dengan Bunga nya???memang benar, sudah saatnya Kapitalisme turun tahta……….
Referensi : Majalah Sabili, 23 Oktober 2008, halaman 94



selengkapnya..

Minggu, 03 Mei 2009

10 Tips Memulai Bisnis yang Sukses

Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya sukses.

1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.

2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.
3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika snis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.

7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.

8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.

9. Jadi lah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.

10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.

selengkapnya..

Jumat, 01 Mei 2009

Sebuah Renungan untuk Orang Tua

Oleh : maswandy
” Dengan informasi kita menggengamn dunia”
Pepatah tersebut diatas tidak selamanya benar barangkali paparan dibawah ini akan memberikan gambaran bagaimana informasi akan menjadi kawan dan sekaligus menjadi lawan yang harus dihindari agar efek negatif dari informasi dapat disaring dan bijak dalam menyerap.

Perlu diketahui bahwa dewasa ini media informasi sangat pesat perkembangannya, dengan begitu membuat kita sebagai orang tua harus waspada dan dituntut harus jeli terhadap setiap perubahan perubahan yang terjadi.
Efek positif dan negative yang dibawa media informasi harus dipahami secara benar oleh orang tua,pada akhirnya orang tua harus ikut selektif dan bijaksana dalam menyerap dan menyampaikan informasi tersebut kepada anak-anak dalam setiap perkembangannya dari waktu ke waktu.

Kita harus mengakui bahwa informasi yang disampaikan oleh media saat ini sangatlah cepat baik itu berupa visual gambar maupun suara melalui radio sehingga informasi dunia global yang terjadi di penjuru duniapun secara cepat dalam hitungan detik sudah ada dalam genggaman terutama melalui media internet dan media digital lainnya.

Dengan adanya media saat ini dunia sudah tidak mempunyai batasan ruang dan waktu lagi, melalui media semua sudah menjadi satu kesatuan. Namun yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai informasi negatif akan mempengaruhi perkembangan anak. Gambar-gambar kekerasan ataupun gambar2 yang belum saatnya dilihat pada saat usia dini sudah dengan mudahnya anak mengkonsumsinya,oleh karena itu peran orang tua mutlak diperlukan dalam mendampingi putra-putranya dalam menggunakan ataupun mengakses teknologi informas tersebut.

Ditakutkan apabila anak sudah terbiasa dengan gambar2 kekerasan akan tumbuh di dalam jiwa anak tersebut sikap agresif yang terlalu berlebihan sehingga akan memicu perilaku negatif dikemudian hari.
Kontrol eksternal dan internal sangat diperlukan agar anak tidak terkontaminasi dengan tontonan yang akan merusak diri anak tersebut. Namun kontrol eksternal dirasa kurang efektif karena melibatkan berbagai macam unsur masyarakat dan kepentingan. Ada dgn acara tertentu sebagian masyarakat tidak merasa terganggu namun ada sebagian yg merasa terganggu. Kepentingan misalnya bagi pemilik media harus tetap memberikan berita2 maupun acara2 yang ”menghibur” dlm hal ini perhitungan untung dan rugi dari acara yang ditayangkan tsb.

Saran bagi orang tua bagaimana agar kita bisa menumbuhkan sikap nurani anak agar si anak tanpa harus diawasi setiap hari,secara otomatif otak sudah terbentuk dengan sendirinya sikap nusani dan akhlak yang baik yang bisa membedakan mana yang penting dan tidak.
Untuk mencapai sasaran yg diharapkan tersebut kasih sayang,lemah-lembut,perhatian akan menumbuhkan jiwa anak sifat dan budi yang baik. Apabila sudah terbentu sifat dan budipekerti yg baik tsb maka sudah secara otomatis perilaku-perilaku negatif tdk pernah bersarang di dalam otak anak tsb.

Keberhasilan dalam membentuk karakter anak yg baik tersebut,harus melibatkan orang tua,lingkungan keluarga serta pergaulan disekitar,karena karakter seseorang selain terbentuk karena lingkungan interen keluarga juga bisa di sebabkan karena faktor dari luar keluarga.

Mudah-mudah dengan beberapa informasi tersebut diatas maka akan terbentuk generasi kedepan yang bukan hanya menguasai teknologi namun mereka juga berbudi dan mempunyai nurani yang baik.
Tidak hanya mempunyai kualitas dibidang ilmu pengetahuan saja akan tetapi ilmu-ilmu yang menumbuh kembangkan perkembangan anak yang pada akhirnya akan tercipta suatu generasi SDM yang unggul yang berbudi dan berakhlak baik.

Untuk mewujudkannya marilah kita berangkat dari diri kita dan anak-anak kita.

selengkapnya..