Jumat, 01 Mei 2009

Sebuah Renungan untuk Orang Tua

Oleh : maswandy

” Dengan informasi kita menggengamn dunia”
Pepatah tersebut diatas tidak selamanya benar barangkali paparan dibawah ini akan memberikan gambaran bagaimana informasi akan menjadi kawan dan sekaligus menjadi lawan yang harus dihindari agar efek negatif dari informasi dapat disaring dan bijak dalam menyerap.

Perlu diketahui bahwa dewasa ini media informasi sangat pesat perkembangannya, dengan begitu membuat kita sebagai orang tua harus waspada dan dituntut harus jeli terhadap setiap perubahan perubahan yang terjadi.
Efek positif dan negative yang dibawa media informasi harus dipahami secara benar oleh orang tua,pada akhirnya orang tua harus ikut selektif dan bijaksana dalam menyerap dan menyampaikan informasi tersebut kepada anak-anak dalam setiap perkembangannya dari waktu ke waktu.

Kita harus mengakui bahwa informasi yang disampaikan oleh media saat ini sangatlah cepat baik itu berupa visual gambar maupun suara melalui radio sehingga informasi dunia global yang terjadi di penjuru duniapun secara cepat dalam hitungan detik sudah ada dalam genggaman terutama melalui media internet dan media digital lainnya.

Dengan adanya media saat ini dunia sudah tidak mempunyai batasan ruang dan waktu lagi, melalui media semua sudah menjadi satu kesatuan. Namun yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai informasi negatif akan mempengaruhi perkembangan anak. Gambar-gambar kekerasan ataupun gambar2 yang belum saatnya dilihat pada saat usia dini sudah dengan mudahnya anak mengkonsumsinya,oleh karena itu peran orang tua mutlak diperlukan dalam mendampingi putra-putranya dalam menggunakan ataupun mengakses teknologi informas tersebut.

Ditakutkan apabila anak sudah terbiasa dengan gambar2 kekerasan akan tumbuh di dalam jiwa anak tersebut sikap agresif yang terlalu berlebihan sehingga akan memicu perilaku negatif dikemudian hari.
Kontrol eksternal dan internal sangat diperlukan agar anak tidak terkontaminasi dengan tontonan yang akan merusak diri anak tersebut. Namun kontrol eksternal dirasa kurang efektif karena melibatkan berbagai macam unsur masyarakat dan kepentingan. Ada dgn acara tertentu sebagian masyarakat tidak merasa terganggu namun ada sebagian yg merasa terganggu. Kepentingan misalnya bagi pemilik media harus tetap memberikan berita2 maupun acara2 yang ”menghibur” dlm hal ini perhitungan untung dan rugi dari acara yang ditayangkan tsb.

Saran bagi orang tua bagaimana agar kita bisa menumbuhkan sikap nurani anak agar si anak tanpa harus diawasi setiap hari,secara otomatif otak sudah terbentuk dengan sendirinya sikap nusani dan akhlak yang baik yang bisa membedakan mana yang penting dan tidak.
Untuk mencapai sasaran yg diharapkan tersebut kasih sayang,lemah-lembut,perhatian akan menumbuhkan jiwa anak sifat dan budi yang baik. Apabila sudah terbentu sifat dan budipekerti yg baik tsb maka sudah secara otomatis perilaku-perilaku negatif tdk pernah bersarang di dalam otak anak tsb.

Keberhasilan dalam membentuk karakter anak yg baik tersebut,harus melibatkan orang tua,lingkungan keluarga serta pergaulan disekitar,karena karakter seseorang selain terbentuk karena lingkungan interen keluarga juga bisa di sebabkan karena faktor dari luar keluarga.

Mudah-mudah dengan beberapa informasi tersebut diatas maka akan terbentuk generasi kedepan yang bukan hanya menguasai teknologi namun mereka juga berbudi dan mempunyai nurani yang baik.
Tidak hanya mempunyai kualitas dibidang ilmu pengetahuan saja akan tetapi ilmu-ilmu yang menumbuh kembangkan perkembangan anak yang pada akhirnya akan tercipta suatu generasi SDM yang unggul yang berbudi dan berakhlak baik.

Untuk mewujudkannya marilah kita berangkat dari diri kita dan anak-anak kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar